Strategi Kontra-Narasi Terorisme

Mata kuliah ini membahas Strategi Countering Violent Extremism (CVE) sebagai pendekatan dalam melakukan kontra-narasi terorisme. Aksi terorisme dan berbagai propaganda yang mendukungnya adalah suatu bentuk komunikasi dengan kandungan narasi-narasi yang dikembangkan dalam suatu kerangka dan alur logika untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Dalam konteks Asia Tenggara, termasuk Indonesia, propaganda teroris umumnya dikemas dalam suatu narasi religius yang bertujuan membangkitkan sentimen-sentimen keagamaan yang dapat digunakan untuk meningkatkan dukungan terhadap suatu aksi terorisme.

Umumnya, narasi terorisme dimulai dengan upaya untuk meyakinkan audiensnya dengan masalah-masalah kemiskinan dan ketidakadilan yang bersifat mendasar, yang dialami oleh audiens dan kelompok sosialnya.  Pesan pertama ini sekaligus dimaksudkan untuk meyakinkan audiens tentang adanya satu atau lebih sosok jahat yang secara sendiri-sendiri atau berkonspirasi telah menimbulkan masalah ketidakadilan tersebut.

Dari sini, kelompok teroris mengajukan narasi lain yang bertujuan mengkampanyekan suatu sistem alternatif yang dapat memperbaiki keadaan, dilanjutkan dengan undangan untuk terlibat dalam solidaritas aksi untuk mewujudkan sistem alternatif tersebut. Pada akhirnya, teroris akan mengembangkan suatu narasi untuk meyakinkan audiensnya bahwa kekerasan adalah satu-satunya cara yang memungkinkan terwujudnya sistem yang lebih baik tersebut.

Setelah mengikuti mata kuliah ini, peserta diharapkan dapat: (1) mengidentifikasi  jenis-jenis narasi dan alur logika yang dikembangkan dalam propaganda terorisme; (2) mengidentifikasi kelemahan atau cacat logika dalam narasi terorisme; dan (3) mengembangkan strategi kontranarasi yang efektif terhadap narasi terorisme.

Pengajar

Pengajar mata kuliah ini adalah Dadi Darmadi, pengajar dan peneliti di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 dalam kajian Islam dan Perbandingan Agama di IAIN Jakarta (1994) dan mendapatkan beasiswa Fulbright untuk studi S-2 dalam Studi Agama-agama dari University of Colorado at Boulder (1998). Dia mendapatkan gelar MA kedua dalam bidang Antropologi Sosial dari Harvard University (2006), dan menyelesaikan disertasi doktoralnya di Harvard University, Amerika Serikat. Selain mengajar dan meneliti, Dadi juga aktif menulis di berbagai jurnal nasional dan internasional serta media massa. Dadi juga sering diundang sebagai pemateri dalam berbagai kegiatan seminar dan workshop dan menjadi narasumber dalam wawancara di berbagai media.

68total visits,1visits today