Terorisme dalam Perspektif Komunikasi Politik

Mata kuliah ini membahas elemen-elemen komunikasi dalam aksi-aksi terorisme. Suatu aksi terorisme sejak awal mengandung elemen-elemen komunikasi yang besifat politis: mengandung suatu pesan politik yang disampaikan oleh suatu kelompok kepada kelompok lain yang menjadi pemirsanya. Tujuan pesan dari suatu aksi teror antara lain adalah menunjukkan kegagalan pemerintah melindungi warganya, menciptakan ketakutan yang luas sebagai akibat dari hilangnya rasa aman.

Era Internet membuat gaung dari pesan yang disampaikan oleh kelompok teroris semakin menguat. Selain melakukan aksi yang sejak awal mengandung pesan politik, Internet memungkinkan kelompok teroris membuat pesan-pesan propaganda yang dapat tersebar secara luas dan diakses oleh jutaan atau bahkan miliaran orang dari segala penjuru dalam waktu yang sangat cepat. Melalui Internet, teroris bukan saja dapat dengan cepat menyebarluaskan ketakutan, tetapi juga menggalang dana dan merekrut kader-kader baru.

Setelah mengikuti mata kuliah ini, peserta diharapkan dapat: (1) memahami aksi terorisme dalam perspektif komunikasi politik; (2) mengidentifikasi narasi yang hendak disampaikan melalui aksi dan propaganda terorisme; (3) memahami cara kerja kelompok teroris dalam mengkomunikasikan pesan-pesan politiknya dan sekaligus langkah-langkah yang harus diambil untuk menghentikan penyebarluasan propaganda terorisme.

Pengajar

Pengajar mata kuliah ini adalah Gun Gun Heryanto, pakar komunikasi politik, pengajar dan peneliti di sejumlah perguruan tinggi. Selain sebagai dosen tetap dan peneliti di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun juga mengajar di Paramadina Graduate School of Communication, Program Pascasarjana Komunikasi Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Program Magister Komunikasi Politik Universitas Mercubuana, Magister Komunikasi Universitas Jayabaya, dan Universitas Multimedia Nusantara. Gun Gun meraih gelar doktor dalam bidang komunikasi politik dari Universitas Padjajaran, Bandung (2008-2013), gelar magister di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (2001-2003), dan sarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1995-2000). Selain itu, dia pernah mengambil pendidikan profesional di Georg-August Universitat, Jerman soal Media and Politic (2010) dan di Max Planck Institute, Jerman dalam bidang Metodologi Penelitian Sosial (2010) dan menjadi Visiting Researcher di Western Sydney University, Australia (2014).

 

84total visits,1visits today