Pasar dan Individu

Pasar dan Individu

 

oleh Adam Smith *

Produk industri adalah apa yang ia tambahkan pada subyek atau materi yang dikerjakannya. Seiring dengan nilai produk ini besar atau kecil, demikian juga keuntungan si pemilik. Namun hanya demi keuntungan seseorang mengeluarkan modal untuk menopang industri; dan karena itu, ia akan selalu berusaha mengeluarkannya untuk menopang industri yang produknya sangat mungkin memiliki nilai terbesar, atau menukarkannya untuk kuantitas terbesar, entah itu berupa uang atau barang-barang lain.

Namun penerimaan tahunan setiap masyarakat selalu tepat sama dengan nilai yang dapat-ditukar dari keseluruhan produk tahunan industrinya, atau lebih tepatnya sesuatu yang tepat sama dengan nilai yang dapat-dipertukarkan tersebut. Dengan demikian, karena setiap individu berusaha sekeras yang ia bisa untuk memanfaatkan modalnya untuk mendukung industri domestik, dan untuk mengelola industri yang produknya mungkin memiliki nilai terbesar; setiap individu niscaya bekerja keras untuk menjadikan penerimaan tahunan masyarakat tersebut sebesar yang ia bisa. Ia secara umum tidak bermaksud untuk memajukan kepentingan publik, atau tahu seberapa besar ia memajukannya.

Dengan lebih memilih mendukung industri domestik daripada industri asing, ia hanya bermaksud memperoleh keamanannya sendiri; dan dengan mengelola industri tersebut sedemikian rupa sehingga produknya mungkin memiliki nilai tertinggi, ia hanya bermaksud mendapatkan keuntungannya sendiri, dan ia dalam hal ini, sebagaimana dalam banyak kasus yang lain, diarahkan oleh suatu tangan tersembunyi untuk memajukan suatu tujuan yang bukan merupakan bagian dari maksudnya. Bahwa hal ini bukan bagian dari maksudnya tidak selalu lebih buruk bagi masyarakat.

Dengan mengejar kepentingannya sendiri ia seringkali memajukan kepentingan masyarakat secara lebih efektif ketimbang ketika ia benar-benar bermaksud memajukannya. Saya tidak pernah mengetahui banyak kebaikan dilakukan oleh mereka yang bermaksud berdagang demi kebaikan publik.

Memang, ini adalah perilaku yang sangat tidak umum di kalangan pedagang, dan sangat sedikit kata-kata yang perlu dikemukakan untuk mencegah mereka mereka dari melakukan hal itu. Apa jenis industri domestik di mana ia bisa menanamkan modalnya, dan produk mana yang mungkin memiliki nilai terbesar?

Menyangkut hal ini, sangat jelas bahwa setiap individu, dalam keadaannya sendiri, dapat menilai secara lebih baik ketimbang yang bisa dilakukan seorang negarawan atau hakim untuknya. Negarawan tersebut, yang berusaha mengarahkan rakyat biasa tentang bagaimana cara mereka seharusnya menanamkan modalnya, tidak hanya akan membebani dirinya dengan perhatian yang paling tidak perlu, melainkan juga mengambil otoritas yang seharusnya tidak dipercayakan kepada siapa pun, juga tidak kepada dewan atau senat apa pun, dan yang akan menjadi begitu berbahaya di tangan seorang manusia yang secara bodoh membayangkan dirinya pantas untuk menjalankan otoritas tersebut.

Memberikan monopoli pasar-dalam negeri pada produk industri domestik, dalam seni atau manufaktur tertentu, berarti sampai tingkat tertentu mengarahkan orang biasa menyangkut bagaimana cara mereka seharusnya menggunakan modal mereka, dan dapat dipastikan hampir dalam semua kasus merupakan suatu peraturan yang tak-berguna atau menjengkelkan.

Jika produk domestik tersebut dapat dipasarkan semurah sebagaimana produk industri asing, peraturan tersebut jelas tidak berguna. Jika tidak dapat, peraturan tersebut pasti secara umum menjengkelkan. Merupakan maksim setiap kepala rumah tangga yang bijaksana untuk tidak pernah berusaha membuat di rumah apa yang akan berbiaya lebih besar untuk membuatnya ketimbang membelinya.

Si penjahit tidak berusaha membuat sepatunya sendiri, namun membelinya dari si pembuat sepatu. Si pembuat sepatu tidak berusaha membuat pakaiannya sendiri, melainkan memanfaatkan si penjahit. Si petani tidak berusaha membuat keduanya, melainkan memanfaatkan kedua pekerja yang berbeda tersebut.

Mereka semua menganggap demi kepentingan mereka jika mereka memanfaatkan keseluruhan industri mereka dalam suatu cara di mana mereka memiliki keuntungan atas para tetangga mereka, dan membeli dengan sebagian dari produknya, atau sesuatu yang sama, dengan harga sebagian darinya, apa pun yang lain saat mereka memiliki kesempatan. Apa yang merupakan kebijaksanaan dalam perilaku setiap keluarga biasa, bisa merupakan kebodohan dalam perilaku sebuah kerajaan besar.

Jika sebuah negeri asing bisa memasok kita dengan sebuah komoditas yang lebih murah dibanding yang dapat kita buat sendiri, lebih baik membelinya dengan sebagian dari produk industri kita sendiri, yang dijalankan dalam suatu cara di mana kita mendapatkan suatu keuntungan.

Industri umum negeri tersebut, yang selalu sesuai dengan modal yang menjalankannya, dengan demikian tidak akan menjadi lebih kecil, sebagaimana dengan industri para pekerja yang disebutkan di atas; melainkan hanya perlu menemukan cara di mana ia bisa dijalankan dengan keuntungan terbesar. Ia jelas tidak dijalankan ke arah keuntungan terbesar tersebut, jika ia diarahkan ke arah sebuah obyek yang bisa dibelinya secara lebih murah ketimbang membuatnya sendiri.

Nilai produk tahunannya jelas kurang lebih berkurang, saat ia dijauhkan dari memproduksi komoditas-komoditas yang jelas-jelas memiliki nilai yang lebih dibanding komoditas yang mana ia diarahkan untuk memproduksinya. Sesuai dengan hipotesis, bahwa komoditas bisa dibeli dari negeri-negeri asing dengan lebih murah dibanding jika ia dibuat di dalam negeri.

Karena itu, ia dapat dibeli hanya dengan sebagian dari komoditas-komoditas—atau, apa yang sama, dengan hanya sebagian dari harga komoditas-komoditas—yang akan diproduksi oleh industri dalam negeri yang dijalankan dengan modal yang sama, jika ia dibiarkan mengikuti jalan alamiahnya.

Dengan demikian, industri negeri tersebut dijauhkan dari pekerjaan yang lebih menguntungkan ke yang kurang menguntungkan, dan nilai yang dapat-dipertukarkan dari produk tahunannya, bukannya ditingkatkan, sebagaimana maksud si pembuat undang-undang, pasti menjadi berkurang karena peraturan seperti itu.

Dengan sarana peraturan-peraturan seperti itu, memang, suatu manufaktur tertentu kadang mungkin bisa didapatkan lebih cepat dibanding jika sebaliknya, dan setelah jangka waktu tertentu ia mungkin bisa dibuat dalam negeri dengan sama murahnya atau lebih murah dibanding di negeri asing.

Namun meskipun industri masyarakat tersebut dengan demikian mungkin dibawa dengan keuntungan ke dalam sebuah saluran tertentu secara lebih cepat dibanding jika sebaliknya, keseluruhan industri masyarakat tersebut sama sekali tidak akan mengikuti jalan itu; industri masyarakat tersebut, atau pendapatannya, tidak pernah dapat ditingkatkan dengan peraturan seperti itu. Industri masyarakat tersebut bisa meningkat hanya sejalan dengan peningkatan modalnya, dan modalnya bisa bertambah hanya setingkat dengan apa yang bisa secara bertahap disimpan dari pendapatannya.

Namun dampak langsung dari setiap peraturan seperti itu adalah mengurangi pendapatannya, dan apa yang mengurangi pendapatannya jelas tidak mungkin meningkatkan modalnya secara lebih cepat dibanding peningkatan karena kehendaknya sendiri, jika baik modal maupun industri dibiarkan untuk menemukan pekerjaan-pekerjaan alamiah mereka.

Dengan demikian, setiap sistem yang berusaha, atau dengan dorongan-dorongan yang tidak lazim, untuk menarik ke jenis industri tertentu suatu bagian yang lebih besar dari modal masyarakat dibanding apa yang secara alamiah mengalir kepadanya; atau dengan kekangan-kekangan yang tidak lazim, memaksa ke luar dari suatu jenis industri tertentu sebagian modal masyarakat yang jika sebaliknya bisa dimanfaatkan di dalamnya; sebenarnya melanggar tujuan besar yang ingin dimajukannya.

Sistem tersebut memperlambat, dan bukan mempercepat, kemajuan masyarakat tersebut ke arah kekayaan dan kebesaran riil; dan mengurangi, alih-alih meningkatkan, nilai riil dari produk tahunan tanah dan tenaga kerjanya.

Setiap manusia, sepanjang ia tidak melanggar hukum-hukum keadilan, sepenuhnya bebas untuk mengejar kepentingannya sendiri dengan caranya sendiri, dan membawa baik industri dan modalnya ke dalam persaingan dengan industri dan modal manusia, atau kumpulan manusia, yang lain.

Penguasa sepenuhnya lepas dari kewajiban, yang ketika menjalankannya ia dapat dipastikan selalu rentan terhadap berbagai macam delusi, dan yang mana tidak ada kebijaksanaan atau pengetahuan manusia yang memadai untuk menjalankannya dengan baik; kewajiban mengawasi industri orang-orang biasa, dan mengarahkannya ke arah pekerjaan-pekerjaan yang paling cocok dengan kepentingan masyarakat.

Menurut sistem kebebasan alamiah, sang penguasa hanya memiliki tiga kewajiban untuk dijalankan; tiga kewajiban yang memang sangat penting, namun berat dan dapat dimengerti pemahaman umum: pertama, kewajiban melindungi masyarakat dari kekerasan dan invasi masyarakat-masyarakat independen yang lain. Kedua, kewajiban melindungi, sejauh mungkin, setiap anggota masyarakat dari ketidakadilan atau penindasan dari anggota-anggota yang lain, atau kewajiban untuk membentuk administrasi keadilan yang pasti.

Dan ketiga, kewajiban untuk menciptakan dan memelihara pekerjaan-pekerjaan publik tertentu dan lembaga-lembaga publik tertentu, di mana penciptaan dan pemeliharaannya bukan kepentingan individu tertentu, atau sejumlah kecil individu tertentu; karena keuntungannya tidak pernah bisa menebus biaya yang dikeluarkan individu atau sejumlah individu tertentu, meskipun keuntungan tersebut seringkali lebih bermanfaat bagi suatu masyarakat besar ketimbang ongkos yang dikeluarkannya.

*************************************************************************

* Meskipun Adam Smith (1723-1790) adalah seorang profesor filsafat di Edinburgh, ia merupakan pendiri ilmu ekonomi nasional yang sebenarnya. Dalam karya filosofisnya yang utama, Theory of Moral Sentiments, yang
merupakan salah satu karya klasik aliran filsafat moral Skotlandia abad ke-18, Smith berusaha mendasarkan sistem etisnya pada pengamatan atas watak dasar manusia. Dalam melakukan hal tersebut, ia terutama menekankan nilai
simpati. Dalam karya ekonominya yang utama, The Wealth of Nations, ia mengembangkan gagasan yang serupa, namun premis utamanya adalah perjuangan manusia untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Keuntungan ini, jika ia dapat berkembang bebas dalam batas-batas hukum, sangat cocok untuk mendorong kebaikan bersama. Hingga saat ini, pengaruh besarnya pada ilmu ekonomi pasar aliran liberal—yang mana ia adalah leluhur utamanya—masih terus berlanjut.

Sumber:

Adam Smith, An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, Two Volumes in One, ed. Edwin Cannan, Chicago 1976, hlm. 477-479, 208-209, sebagaimana diterjemahkan dalam Detmar Doering (ed.), Liberalisme (Friedrich Naumann Foundation, tanpa tahun), hlm. 35-39.

1312total visits,1visits today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *