Event Internasional

Apa yang Saya Dapat dari Pelatihan Think Thank Essentials oleh Atlas Network

Saya merasa beruntung menjadi salah satu dari 30 peserta pelatihan Think Thank Essentials dari Asia dan Australia yang diselenggarakan oleh Atlas Network pada 25-27 Februari 2019 di Kolombo, Srilanka. Hampir semua sesi pelatihan, sesi yang diberikan oleh para pembicara/fasilitator dan kegiatan kelompok bermanfaat bagi saya dalam banyak hal terkait pengembangan organisasi think tank.


Kegiatan serius yqng dikemas dalam suasana menyenangkan dan santai ini dipandu oleh Lyall Swim (Vice President of Training and Event, Atlas Network), Alex Cordell (Training Manager, Atlas Network) dan Tom G. Palmer (Penulis dan Executive Vice President for International Programs, Atlas Network) sebagai fasilitator, serta Kameron Griffin dan Linda Whetstone (Board Chairman, Atlas Network) sebagai pembicara.


Selain mereka, Atlas Network juga menghadirkan Ravi Ratnasabapathy dan Anuki Premachandra dari Advocata Institute, sebuah organisasi think thank di Sri Lanka. Sesi ini menarik bukan saja karena tema yang mereka bawakan adalah “Research and Policy Analysis”, tapi juga mereka melakukan studi kasus soal kebijakan pajak di negara mereka terhadap produk-produk yang sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu dan perempuan sehari-sehari seperti pembalut, pampers, susu formula, dsb. 


Penerapan pajak yang tinggi pada produk-produk memengaruhi harga menjadi tinggi. Advocata mensosialisasikan dan mengkampanyekan pengaruh pajak terhadap harga produk-produk tersebut dan gagasan tentang pentingnya kebebasan pasar melalui media sosial dengen meme dan infografis. Kampanye mereka cukup memengaruhi kelompok perempuan di Sri Lanka untuk lebih melek terhadap pengaruh pajak pada harga, karena itu terkait dengan produk-produk yang mereka butuhkan sehari-hari. Sesi ini juga menantang saya karena hal penting yang dilakukan Advocata di Sri Lanka ini juga perlu dilakukan di Indonesia.

Selain mengikuti kegiatan training ini, saya juga bersyukur menjadi bagian dari ratusan peserta Asia Liberty Forum (ALF) pada 28 Februari – 1 Maret, sebuah acara besar tahunan Libertarian tingkat Asia.  Saya tidak akan berada di sana tanpa dukungan Atlas Network untuk Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (INDEKS).

Leave a Reply