Kegiatanwork

Kompetisi Esai: Meninjau Pancasila dalam Perspektif Kebebasan dan Keadilan Sosial

Pancasila merupakan filsafat dasar (philosophische grondslag) negara, yang mana mengandung ide sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi dan sosio-religius. Sebagai falsafah (philosophische grondslag) negara, Pancasila dinilai bisa menjadi nafas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagi falsafah yang mengandung ide sosio-demokratis, Pancasila secara tersirat mendukung ide kebebasan. Karena kebebasan sipil, politik dan ekonomi adalah nyawa dari demokrasi.

Selain itu, bunyi sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab” menuntut negara dan masyarakat untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Dengan kata lain, menjunjung Hak Asasi Manusia (HAM), kebebasan dan keadilan merupakan amanat dari Pancasila kepada negara dan masyarakat.

Sampai di sini tampak jelas bagaimana hubungan antara Pancasila dengan kebebasan dan keadilan menemukan titik diskursus yang penting untuk dikembangkan.

Untuk itu, Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks) dan Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia mengundang Anda yang memiliki gagasan terkait tema-tema kompetisi esai (di bawah) untuk mengirimkan esai terbaik Anda  kepada panitia kompetisi esai Meninjau Pancasila dalam Perspektif Kebebasan dan Keadilan Sosial. Salah satu output dari kegiatan ini adalah terpilihnya 10 esai terbaik untuk dibukukan dan diterbitkan oleh FNF Indonesia, Indeks dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemnkumham) Republik Indonesia.

PENYELENGGARA

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks) dan Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia; dan atas sepengetahuan dan dukungan Kementerian Hukum dan HAM Indonesia. 

TEMA DAN TOPIK

Tema : Meninjau Pancasila dalam Perspektif Kebebasan dan Keadilan Sosial
Sub-tema/Pilihan Topik Bahasan : 1. Meninjau Pancasila dalam Perspektif Kebebasan Sipil; Studi Kasus Kebebasan Sipil di Indonesia.
2. Meninjau Pancasila dalam Perspektif Teori Keadilan (John Rawls dan/atau Libertarian) untuk Mewujudkan Negara dan Masyarakat yang Adil dan Sejahtera.
3. Pancasila dan Kebebasan: Dilema dan/atau Titik Temunya dalam Diskursus Demokrasi;
4. Pancasila dan Keadilan Sosial; Studi Kasus Kebebasan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Indonesia

KRITERIA PESERTA

  1. Terbuka untuk umum.
  2. Usia 17-40
  3. Bersedia naskahnya diterbitkan menjadi buku oleh penyelenggara Kompetisi Esai
  4. Kegiatan ini gratis

KETENTUAN PENULISAN NASKAH

  1. Bukan plagiat.
  2. Tidak pernah dipublikasikan di media cetak atau online.
  3. Panjang tulisan 1500 – 2.500 kata.
  4. Diketik dalam format kertas ukuran A4, huruf Times New Roman ukuran 12 pt, spasi 1.5
  5. Naskah dikirim dalam format MS. Word (*.docx) sebagai lampiran email ke alamat email kompetisiesai.eonolib@gmail.com dengan subyek: “esai”).
  6. Sertakan biografi singkat atau CV Penulis
  7. Batas akhir waktu pengiriman naskah 29 Oktober 2020.

PROSES EVALUASI NASKAH

Seleksi Naskah

  1. Seluruh naskah yang masuk akan diseleksi oleh tim kurator
  2. 10% atau sedikitnya 30 dari seluruh naskah yang masuk akan dinominasikan oleh kurator untuk dinilai oleh Dewan Juri.
  3. Seleksi membutuhkan waktu maksimum 10 hari sejak batas akhir penerimaan naskah.
  4. Kriteria seleksi:
    • Orisinalitas
    • Kaidah berbahasa
    • Relevansi dengan tema berdasarkan sub-tema/fokus bahasan yang dipilih.

Penilaian Dewan Juri

  1. Naskah yang dinominasikan akan dinilai oleh tiga Dewan Juri
  2. Dewan juri akan memilih 10 naskah terbaik sebagai pemenang
  3. Penilaian membutuhkan waktu maksimum 5 hari sejak Dewan Juri menerima naskah yang dinominasikan.
  4. Kriteria Penilaian:
    • Relevansi masalah yang dibahas dengan konteks tema.
    • Koherensi dalam membangun argumentasi
    • Kekuatan teori dan/atau studi kasus
    • Kreativitas dan gaya bahasa.
  5. Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat

HADIAH

Sepuluh penulis dengan esai terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai total Rp15.000.000, e-sertifikat dan diterbitkan menjadi buku kumpulan esai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *