Kontra-Ekstremisme Brutal

Kemajuan teknologi digital berbasis Internet telah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok teroris dan radikal untuk memproduksi dan menyebarluaskan konten-konten propaganda secara cepat dan massif. Selain melalui situs-situs berita sebagai sumber informasi utamanya, berbagai aplikasi media sosial—terutama yang memiliki banyak pengguna seperti Facebook, Twitter, You Tube, dan WhatsApp—digunakan oleh kelompok teroris dan radikalis untuk menyebarluaskan propaganda ideologis yang anti-demokrasi, seperti pemerintahan berbasis syariah, Daulah Islamiyah, dan Khilafah Islamiyah.

Selain hasutan kebencian (hate speech) yang menyerang kelompok-kelompok prodemokrasi, propaganda teroris juga memuat berita bohong (hoax) yang dimaksudkan untuk menggalang simpati dan dukungan publik, termasuk merekrut kader-kader teroris baru.

Generasi muda merupakan kelompok sasaran utama propaganda terorisme di “dunia digital”. Alasannya, generasi muda adalah kelompok penduduk yang paling banyak menggunakan Internet. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menemukan bahwa 75,5% pengguna Internet pada tahun 2016 berusia 10-24 tahun. Alasan lain, karena dalam proses pencarian jatidiri, generasi muda memiliki kondisi psikologis yang masih labil. Propaganda terorisme memanipulasi generasi muda dengan seolah menawarkan suatu “jalan hidup” yang heroik dan bermakna bagi kalangan generasi muda yang labil dalam pencarian identitasnya.

Masalahnya, sementara menjadi kelompok sasaran utama dari propaganda terorisme melalui media digital, generasi muda tampaknya belum dilibatkan secara aktif dalam upaya-upaya meng-counter propaganda terorisme. Berbagai inisiatif yang sudah dilakukan untuk melawan propaganda terorisme cenderung menjadikan generasi muda sebagai obyek pasif dari proses sosialisasi, ketimbang sebagai subyek yang terlibat secara aktif dalam proses produksi dan diseminasi konten-konten untuk melawan propaganda terorisme.

“Pengarusutamaan Kampanye Narasi Kontra-Terorisme Berbasis Literasi Digital” merupakan inisiatif yang dimaksudkan untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda Indonesia dalam upaya-upaya melawan propaganda terorisme melalui media digital. Tujuan dari proyek ini ialah mendorong keterlibatan aktif generasi muda Indonesia dalam proses produksi dan diseminasi konten-konten digital yang mengkampanyekan narasi kontra-terorisme.

Obyektif yang hendak dicapai melalui proyek ini ialah: (a) menumbuhkan pemahaman generasi muda tentang ancaman dan bahaya propaganda terorisme di “dunia digital”; (b) mengembangkan keterampilan generasi muda dalam mencari dan mengolah informasi tentang terorisme serta mengartikulasikan gagasan narasi kontra-terorisme secara tertulis; dan, (c) membangkitkan inisiatif generasi muda untuk terlibat dalam proses produksi dan diseminasi tulisan-tulisan narasi kontra-terorisme berbasis media digital.

Progam ini dilaksanakan dalam kerangka kerja sama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks) dan situs media digital “Qureta” (www.qureta.com).

550total visits,1visits today