Ujaran Kebencian dan Propaganda Kekerasan

Mata kuliah ini membahas penggunaan media untuk propaganda ekstremisme oleh kelompok teroris dan para simpatisannya, khususnya dalam penyebarluasan kabar bohong (hoax) dan ujaran kebencian. Penyebaran hoax dan ujaran kebencian melalui media dewasa ini adalah teknik propaganda yang sudah lama digunakan, dan makin massif sejak mesin cetak ditemukan oleh Gutenberg pada abad ke-15. Teknik propaganda ini digunakan dengan sangat efektif oleh Nazi, yang berakibat pada timbulnya salah satu tragedi kemanusiaan paling besar dalam sejarah manusia.

Frekuensi penyebaran suatu hoax mempengaruhi persepsi dan dapat menimbulkan kebingungan pada seseorang dalam membedakan kabar bohong dan fakta. Seperti dikatakan Joseph Goebbels, pakar propaganda Nazi, “sebuah kebohongan yang hanya sekali disampaikan akan tetap menjadi sebuah kebohongan, tetapi menjadi sebuah kebenaran ketika disampaikan secara terus-menerus.” Penggunaan hoax untuk mendukung suatu ujaran kebencian bisa menimbulkan konflik dan disintegrasi sosial yang berdampak sangat mengerikan terhadap kemanusiaan.

Setelah mengikuti mata kuliah ini, peserta diharapkan dapat: (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk hoax dan ujaran kebencian di berbagai media; (2) memahami fungsi penyebarluasan hoax dan ujaran kebencian oleh kelompok-kelompok teroris dalam meradikalisasi seseorang atau suatu kelompok masyarakat; dan (3) menyusun suatu kontranarasi terhadap hoax dan ujaran kebencian yang tersebar di media, khususnya Internet.

 

Pengajar

Ade Armando adalah seorang ahli komunikasi, pengajar, dan jurnalis Indonesia. Selain mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dan beberapa universitas lain, Ade saat ini juga menjabat sebagai Direktur Komunikasi di Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Ade menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Universitas Indonesia (1988). Setelah itu, gelar master diperoleh Ade dari Florida State University, Amerika Serikat (1991), dan gelar doktor dari Universitas Indonesia (2006). Sempat menerbitkan beberapa buah buku, Ade adalah penulis aktif di berbagai jurnal ilmiah dan media massa. Ade juga kerap menjadi pemateri dalam berbagai seminar dan lokakarya serta diundang sebagai narasumber dalam wawancara di berbagai media.

51total visits,3visits today