Terorisme dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

Mata kuliah ini membahas berbagai isu seputar terorisme dalam perspektif Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk tentang bagaimana menangani masalah terorisme tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar HAM.

Sulit untuk disangkal bahwa banyak aksi yang ditengarai sebagai terorisme melibatkan pelanggaran HAM oleh pelaku terhadap korban-korbannya, mulai dari pelanggaran hak atas kepemilikan harta benda melalui aksi perampokan hingga pelanggaran hak atas diri dan kehidupannya melalui aksi penculikan, perbudakan, dan bahkan pembunuhan. Aksi terorisme jelas adalah bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus diberantas.

Namun, terdapat kecenderungan di sebagian kalangan untuk melihat penanganan terorisme dan perlindungan HAM sebagai dua hal yang berkontradiksi. Debat yang muncul adalah mana yang harus didahulukan antara keamanan dan kebebasan. Bagi sebagian kalangan, demi menjaga keamanan warga dari ancaman pelanggaran HAM oleh pelaku terorisme, maka jaminan HAM, khususnya, atas pihak-pihak yang diduga sebagai pelaku terorisme dapat diabaikan. Bagi sebagian yang lain, penanganan masalah terorisme, menurut Usman, harus ditempatkan dalam perspektif HAM, yakni sebagai upaya untuk menjaga harkat dan martabat manusia dari segala ancaman atas hak-hak kemanusiaan yang mendasar. Ini juga berarti bahwa apapun tindakan dalam rangka penanganan terorisme, tidak boleh mengabaikan HAM, termasuk bagi mereka yang diduga sebagai pelaku terorisme.

Dengan mengikuti kuliah ini, peserta diharapkan dapat memahami: (1) berbagai bentuk pelanggaran HAM yang diakibatkan oleh aksi-aksi terorisme; (2) hakikat penanggulangan terorisme sebagai upaya menegakkan harkat dan martabat manusia; dan (3) prinsip-prinsip HAM yang harus diperhatikan dalam upaya menyelesaikan masalah terorisme.

Pengajar

Pengajar mata kuliah ini adalah Usman Hamid, seorang aktivis yang telah lama berkiprah dalam upaya-upaya advokasi Hak Asasi Manusia (HAM). Sempat menjadi Koordinator di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman sekarang menjabat sebagai Direktur Amnesty International Indonesia. Kiprah aktivisme Usman mulai menonjol saat ia ditunjuk oleh Komnas HAM sebagai Sekretaris Komisi Penyelidik Pelanggaran HAM dalam kasus Semanggi I dan II yang mengakibatkan tewasnya sejumlah mahasiswa. Usman meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Trisakti dan gelar Master dari The Australian National University (ANU), Australia. Dalam kapasitasnya sebagai aktivis HAM, Usman juga telah menerbitkan sejumlah buku dan banyak tulisannya dipublikasikan di jurnal ilmiah dan media massa.

354total visits,2visits today