Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (INDEKS) adalah lembaga swadaya masyarakat yang tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagai sebuah perkumpulan berbadan hukum dengan nama LSM INDEKS. Melalui riset, peningkatan kapasitas, dan publikasi, INDEKS bekerja untuk memperkuat prinsip kebebasan individu dalam kehidupan sosial politik dan ekonomi demi peningkatan kualitas demokrasi dan kesejahteraan sosial di Indonesia.


Selengkapnya

Program


Lihat Program Lain

Info Kegiatan

Apa dan Kenapa Kebebasan?

https://youtu.be/oUxXHCe-VLU

Nanang Sunandar (INDEKS) menjelaskan kebebasan sebagai elemen vital bagi kualitas demokrasi. Tanpa kebebasan, demokrasi hanyalah sebuah mayoritarianisme.

https://www.youtube.com/watch?v=s6CZwJvaeF8

Cania Citta Irlanie (Vlogger & anggota Students for Liberty) menjelaskan relevansi kebebasan dengan etika kosmopolitanisme dan bagaimana hal itu tampak jelas dalam pasar bebas.

https://www.youtube.com/watch?v=itM5ym-DCog&t=42s

“Kebebasan adalah sebuah ide universal yang akar historisnya ditemukan dalam berbagai pemikiran yang berkembang dalam peradaban-peradaban besar dunia,” kata Saidiman (Peneliti SMRC).

Pelatihan Advokasi Kebebasan & HAM

Bagian dari Program Kebebasan Sipil dan Kebebasan Politik, “Pelatihan Advokasi Kebebasan dan Hak Asasi Manusia (HAM)” dilaksanakan atas kerjasama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (INDEKS) dan Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang kebebasan sebagai watak dasar Hak Asasi Manusia. 


Lihat Video Pelatihan

Publikasi Literatur Primer tentang Kebebasan

Salah satu karya primer tentang filsafat politik kebebasan, Alam Pikiran Libertarian: Manifesto untuk Kebebasan (Oktober, 2018). Buku ini diterjemahkan dari The Libertarian Mind: Manifesto for Freedom karya David Boaz, diterbitkan atas kerjasama Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial dan Cato Institute.


Baca Resensi Buku

Kontra-Ekstremisme Kekerasan

INDEKS, bekerjasama dengan Qureta dan dengan dukungan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), melaksanakan Program “Pengarusutamaan Kampanye Narasi Kontra-Terorisme Berbasis Literasi Digital.” Tujuan dari proyek ini ialah mendorong keterlibatan aktif generasi muda Indonesia dalam proses produksi dan diseminasi konten-konten digital yang mengkampanyekan narasi kontra-terorisme. Empat aktivitas intervensi dilaksanakan untuk mencapai tujuan ini, yaitu: Pertama, workshop countering violent extremism (CVE); Kedua, pelatihan menulis esai narasi kontra-terorisme; Ketiga, pelatihan kontraterorisme online; Keempat, sayembara menulis esai kontra-terorisme.


Selengkapnya

Artikel


Apa yang Saya Dapat dari Pelatihan Think Thank Essentials oleh Atlas Network

[…]


Menghidupkan Atmosfer Liberal dalam Fasilitasi dan Perancangan Program: Catatan Seminar IAF, 10-22 Februari 2019

[…]


Pelatihan Promosi dan Advokasi Kebebasan dan Hak Asasi Manusia (Malang, April 2019)

[…]


Kebebasan, Prasyarat Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial Workshop “Kebebasan dan Hak Asasi Manusia”, Jogjakarta, 6 – 8 Februari 2019

[…]

Lihat Semua Artikel